ASAL USUL DESA KEDUNG BATUR
Diceritakan, ada sebuah desa yang bernama desa kedung batur. Terletak di sebelah utara dari wilayah kecamatan pituruh, kabupaten purworejo. Desa ini adalah desa yang kecil, namun menurut penduduk setempat, asal usul desa itu dimulai sejak pendudukan bangsa belanda di indonesia.
Suatu hari pada jaman penjajahan belanda, ada sekelompok tentara kira - kira 1 kompi yang ditugasi oleh komandannya yang ada di markarkas pituruh. Mereka diminta untuk membuka hutan yang berada di bagian utara daerah oprasi militer mereka guna ditanami jarak sebagai bahan baku pembuatan minyak pelumas. Pagi hari kira - kira pukul empat mereka berangkat dari basecamp dengan membawa beragai peralatan untuk menebang kayu dan peralatan lain yang mungkin dibutuhkan. Dengan mengendarai tank, mereka sampai dilokasi yang dimaksud. Mereka semua tercengang karena harus memotong banyak sekali kayu - kayu besar. Dengan semangat dan keinginan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, mereka bersama-sama mulai menebang satu per satu pohon - pohon yang ada.
Dalam mengerjakan tugas tersebut, mereka saling berbagi tugas. Ada yang menebang, memotong ranting, dan ada pula yang mengambili kayu - kayu yang sudah selesai dipotong. Bahkan karena terlalu bersemangat mereka hampir tidak mengetahui kalau daerah yang mereka tebangi pohonnya sudah berubah menjadi daerah yang lapang. Saat matahari sudah tepat di atas kepala, mereka semua memutuskan untuk istirahat sejenak di pinggiran sungai. Sambil bersendagurau mereka menikmati pemandangan di sekitar sungai tersebut. Setelah merasa cukup segar kembali, mereka semua meneruskan pekerjaan masing - masing. Semua kemali ke tempat mereka bekerja tadi.
Setelah sudah hampir sore, akhirnya pekerjaan mereka hampir selesai juga. Sekarang tinggal satu pohon beringin besar yang berada di tepi sungai. Pohon itu memang tidak terlalu besar, namun mereka kesulitan untuk merobohkannya. Pohon beringin itu bahkan tidak bisa di potong menggunakan alat yang mereka bawa. Anehnya lagi, setiap kali mereka mencoba memotong pohon itu, maka pohon beringin itu melempari pemotong dengan batu dari dalam sungai menggunakan akar batangnya yang menjulur ke dalam sungai. Sampai - sampai si pemotong pingsan. Dengan bergantian, mereka terus mencoba untuk merobohkan pohon beringin itu, namun hal semacam itu terus terjadi hingga mereka hampir putus asa.
tinggal seorang saja yang belum mencoba untuk menebang, dia mencoba mencari solusi. Dia lalu masuk ke dalam sungai, dan ia pun terkejut karena tidak menemukan dasar sungai itu. Saat itu juga ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya untuk membangun sebuah rumah di pinggir sungai itu. Karena takut, lalu dia kemali ke daratan dan menceritakan semua kejadian yang dia alami.
Setelah itu, dengan di bantu oleh teman-temannya yang baru sadar dari pingsan, dia mendirikan sebuah rumah menggunakan batu-batu yang digunakan untuk melempari mereka di dekat pohon beringin itu. Dengan tenaga yang tersisa, mereka bersama - sama mengerjakan rumah itu. Mulai dari mendirikan fondasi, tembok, hingga memasang genteng. Setelah selesai Kemudian mereka semua menempati tumah itu, dan selang beberapa bulan,di sekitar daerah itu mulai banyak orang yang mendirikan rumah, akhirnya daerah itu menjadi sebuah desa.
Desa yang baru itu mereka beri nama Kedung Batur, yang artinya fondasi rumah yang berada di dekat sungai yang dalam.






mas willy,tulisan anda cukup komunikatip hanya sayang tidak masuk akal orang belanda babat hutan kok hanya di kd batur aja,memang disana dulu ada pohon beringin yang dibawahnya ada kedung ,yang jelas sepanjang desa kedungbatur banyak kedungnya bukan gedung, karena gedung dekat kali dalah rumah eyang kami mbah glondong wangsayuda trus glondong ketodimejo,terus glondong mahmud dan sekarang dihuni oleh bpk slamet, mas tolong tulis kenapa orang kd batur dan turunannya banyak sekali yang jadi abri dan suka merantau, hampir setiap pemerintahan ada saja turunan kd batur yang jadi paswalpres
BalasHapusya trims ats perhatiannya, ya memang ini bukan cerita yang sebenarnya, ini hanya karangan saya sendiri,
BalasHapusAwokwok
BalasHapusSalam Rahayu 🙏. Maaf saya asli dari Pituruh . Kakek² saya juga asal dari Desa Kedung Batur. Adakah sejarah tokoh² masyarakat yang ada pada era P.Diponegoro. Adakah yg bernama Dipa Leksana (Dipo Leksono) 🙏 Terimakasih
BalasHapus